Penyesalan Sangkuriang
#Remaking Folklore Challenge
Penyesalan Sangkuriang
Oleh : Nazwa Azzura
Pada
suatu hari, ada sebuah kerajaan yang sangat kaya yang dipimpin oleh
seorang Ratu bernama Dayang Sumbi. Beliau dikenal dengan Ratu yang
sangat dermawan dan bijaksana.
Saat
itu, Dayang Sumbi mengadakan pesta untuk merayakan hasil perkebunan
miliknya. Ada seorang pemuda tampan menatapnya lekat seperti ada
ketertarikan kepada Dayang Sumbi.
Namun ternyata ada niat tersendiri dengan pemuda yang bernama Tumang itu. Dia ingin menguasai kekayaan sang ratu.
Akhirnya
Tumang melamar Dayang Sumbi. Dengan ketampanannya yang Tumang miliki,
Dayang Sumbi luluh dan menerima lamarannya. Dayang Sumbi sangat bahagia
saat pernikahannya karena dia tidak sendiri lagi dalam membangun
kerajaannya. Tumang dilantik sebagai Raja oleh Dayang Sumbi.
Saaat
Dayang Sumbi mengandung, Tumang sangat memperhatikan kehamilannya.
Mereka sangat tidak sabar menyambut buah hati yang berjenis kelamin
laki-laki ini. Berbagai keinginan Dayang Sumbi selalu dipenuhi oleh
Tumahng seperti akan lupa dengan niat awalnya ingin menguasai kerajaan
ini.
Masa kelahiran sang ratu. “Oee..oee..” terdengar suara isak tangisan bayi.
Mereka sangat terharu seketika melihagt bayi mereka yang sangat tampan. Kemudian mereka memberi nama Sangkuriang.
5
tahun kemudian, Ttumang memiliki proyek yaitu membuat kapal yang sangat
besar untuk tujuannya ke negeri seberang. Warga-warganya saling bekerja
sama mengerjakan proyek ini karena Tumang menjanjikan suatu hal yang
indah kepada harta karun yang diceritakannnya.
Sangkuriang tengah bermain dengan teman-teman sebayanya di sekita kapal.
“Eh..eh.. pangeran Sangkuriang masih kecil saja sudah sangat tampan dan gagah ya” ucap salah seorang warga.
“Iya
betul, bagaiamana jika sudah dewasa nanti ya, pasti akan menjadi raja
yang sangat dermawan dan bijaksana seperti sang ratu. Tidak seperti sang
raja yang saat ini memimpn kitA dengan janji-janji yang belum ia
penuhi.”
“Semoga Sangkuriang cepat tumbuh dewasa dan menggantikan ayahnya itu ya.”
“Iya semoga saja ya”
Mendengar
obrolan para warga, Tumang sangat geram dan mengepalkan tangannya. Saat
Tumang ingin menghampiri Ppara warga, Ddayang Sumnbi menepuik bahunya.
“Mas , makan sudah siap dan suda dihidangkan, ayo mas kita pulang dan makan bersama-sama” ajak Dayang Sumbi.
“Baiklah, ayo.” Jawab Ttumang yang masih geram dengan apa yang barusan ia dengar.
Saat di meja makan berdsama istri dan anaknya, Tumang sedang makan sambil berfikir fdan memandangi anaknya.
“Jika
Sangkuriang telah dewasa nanti, seluruh kekayaan pasti akan jatuh
kepadanya. Apalagi ia sangat dikagumi warga. Ini tidak bisa dibiarkan!”
gumamnya dalam hati sampai tak sengaja ia menggertakkan sendoknya ke
piring yang ada dimejsa makan .
Seketika semua kaget dabn hening sejenak melihat Tumang yang bersikap aneh.
“Mas, ada apa? Apakah ada masalah?” tanya sang ratu yang nampak cemas.
“Ti..ti..ddak,
tidak ada a[pa-apa. Mungkin aku sedikit lelah.” Kremudian Tumang pergi
berlalu saja tanpa menghabiskan makanannyaa.
Dayang Ssumbi sangat kebingungan dengan tingkah suaminya. Dia tetap berada di meja makan bersama Sangkuriang.
Keesokan harinya, Tumang berniat untuk membuang Sangkuriang di tengah hutan. Namun, niatnya itu diketahui oleh Dayang Sumbi.
“Mas,
kenapa kau tega melakukan ini semua? Apa salah anak kita hingga kau
berani melakukan hal keji ini?” tanya Dayang Sumbi seraya menggendong
Sangkuriang yang sedang menangis.
“Apa
kau ingin tahu apa alasan aku bertindak seperti ini? Alasannya adalah
anak itu. Sangjkuriang. Aku tidak ingin nantinya menguasai kekayaan dan
kekuasaan kerajaan ini. Hanya aku yang berhak berkuasa selamanya.” Tegas
Tumang dengan membawa kemarahannya.
“Kau
sudah gila mas. Jadi selama ini kau menikahiku hanya ingin harta
kekayaan dan kekuasaan kerajaan ini saja mas? Apa kau tidak
mencintaiku?” Dayang Sumbi terisak menangis atas perbuatan suaminya.
“Cinta kau bilang? Tidak ada cinta bagiku. Yang aku inginkan hanya kekuasaan. Ha..ha..ha..”
“Kau
benar-benar sudah gila mas. Prajurit.. bawa dia pergi sejauh-jauhnya
kalau perlu buang saja ke dasar jurang hingga nyawanya tak
terselamatkan.” Perintah Dayang Sumbi.
“Baik Ratu!” sergap prajurit menyeret Tumang yang memberontak.
15
tahun kemudian, kerajaan semakin tentram dan damai. Kejayaan kerajaan
pun mulai terlihat sejak kerajaan dipimpin oleh Raja Sangkuriang. Dia
telah dilantik oleh ibunya Dayang Sumbi sebagai Raja.
Sangkuriang
memilliki ilmu yang sangat sakti. Dia sangat tampan dan juga gagah.
Saat ini dia meneruskan kapal yang dulu ayahnya buat dan sekarang
kapalnya hampir selesai dibangun.
Seiring
berjalannya waktu, tiba-tiba muncul seseorang yang sangat tidak asik
bagi kerajaan. Dia adalah Tumang sayah dari Sangkuriang. Rupanya sangat
jauh berbeda. Dia nampak lebih kekar dan mempunyai kesaktian ilmu yang
luar biasa.
Mendengar hal itu, Ratu meminta membawanya pergi secepatnya.
“Sangkuriang, ayo sebaiknya kita cepat pergi dari sini sebelum Ttumang ayahmu itu mengamuk dan menghancurkan kerajaan ini.”
“Baik bunda, akan ku siapkan segala halnya.”
Kemudian
Dayang Sumbi dan Sangkuriang yang dijaga ketat oleh Pprajuritnya mereka
menuju ke arah pelabuhan yang terdapat kapal besar yang teruskan oleh
Sabngkuriang d.
Saat sampaui di
pelabuhan, ternyata Tumang lebih dulu berada di atas kapal. Dia siap
menghadang mereka yang hendak melarikan diri dari kejarannya.
“Mau kemana kalian? Ha..ha..ha.. jika kalian ingin pergi, langkahi dulu mayatku.” Teriaknya di atas kapal.
“Ternyata kau masih hidup Tumang, tolong menyingkirlah dari kami!” jawab Dayang Sumbi
“Hai
istriku, nampaknya kau masih terlihat cantik ya. Hai jagoanku,
bagaimana rasanya telah menguasai kerajaan? Nikmat bukan? Namun kau
tidak akan selamanya menguasai kerajaan. Karena aku yang akan menguasai
kerajaan selama-lamanya!!” ungkapnya dengan rasa bangga.
“hai
kau, ayah macam apa kau ini?! Kau adalah manusia yang sangat bejat.
Dulu kau hampir membuangku padahal aku adalah darah dagingmu sendiri.
Demi kekuasaan kau tega melakukannya! Kemari kau, akan ku kirim kau ke
neraka!!”
Kemudian mereka berkelahi
hebat dengan adu kekuatan ilmu kesaktiannya. Namun ternyata, kesaktian
Tumang tidak lebih hebat dibanding anaknya Sangkuriang. Sangkuriang
mengarah ke arah kapal besar dan berniat mengumpulkan seluruh tenanganya
untuk melemparjkan kapal tersebut ke arah Tumang yang sedang sekarat.
Dayang
Sumbi membayangkan masa lalunya bersama Tumang. kenangan itu membuatnya
berlari dan berusaha melindungi Tumang dari serangan Sangkuriang. Tapi
apaa daya, Sangkuriang telah melemparkan kapal itu ke arah mereka.
Mereka telah terkubur oleh kapal yang tertelungkup yang dilemparkan
Sangkuriang. Sangkuriang tidak menyangka ibunda tercintanya ikut
terkubur bersama ayahnya yang dia benci. Dia sangat menyesali apa yang
telah dia perbuat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar