Selasa, 14 Juni 2016

Penyesalan Sangkuriang

Penyesalan Sangkuriang
#Remaking Folklore Challenge
Penyesalan Sangkuriang
Oleh : Nazwa Azzura

Pada suatu hari, ada sebuah kerajaan yang sangat kaya yang dipimpin oleh seorang Ratu bernama Dayang Sumbi. Beliau dikenal dengan Ratu yang sangat dermawan dan bijaksana.
Saat itu, Dayang Sumbi mengadakan pesta untuk merayakan hasil perkebunan miliknya. Ada seorang pemuda tampan menatapnya lekat seperti ada ketertarikan kepada Dayang Sumbi.
Namun ternyata ada niat tersendiri dengan pemuda yang bernama Tumang itu. Dia ingin menguasai kekayaan sang ratu.
Akhirnya Tumang melamar Dayang Sumbi. Dengan ketampanannya yang Tumang miliki, Dayang Sumbi luluh dan menerima lamarannya. Dayang Sumbi sangat bahagia saat pernikahannya karena dia tidak sendiri lagi dalam membangun kerajaannya. Tumang dilantik sebagai Raja oleh Dayang Sumbi.
Saaat Dayang Sumbi mengandung, Tumang sangat memperhatikan kehamilannya. Mereka sangat tidak sabar menyambut buah hati yang berjenis kelamin laki-laki ini. Berbagai keinginan Dayang Sumbi selalu dipenuhi oleh Tumahng seperti akan lupa dengan niat awalnya ingin menguasai kerajaan ini.
Masa kelahiran sang ratu. “Oee..oee..” terdengar suara isak tangisan bayi.
Mereka sangat terharu seketika melihagt bayi mereka yang sangat tampan. Kemudian mereka memberi nama Sangkuriang.
5 tahun kemudian, Ttumang memiliki proyek yaitu membuat kapal yang sangat besar untuk tujuannya ke negeri seberang. Warga-warganya saling bekerja sama mengerjakan proyek ini karena Tumang menjanjikan suatu hal yang indah kepada harta karun yang diceritakannnya.
Sangkuriang tengah bermain dengan teman-teman sebayanya di sekita kapal.
“Eh..eh.. pangeran Sangkuriang masih kecil saja sudah sangat tampan dan gagah ya” ucap salah seorang warga.
“Iya betul, bagaiamana jika sudah dewasa nanti ya, pasti akan menjadi raja yang sangat dermawan dan bijaksana seperti sang ratu. Tidak seperti sang raja yang saat ini memimpn kitA dengan janji-janji yang belum ia penuhi.”
“Semoga Sangkuriang cepat tumbuh dewasa dan menggantikan ayahnya itu ya.”
“Iya semoga saja ya”
Mendengar obrolan para warga, Tumang sangat geram dan mengepalkan tangannya. Saat Tumang ingin menghampiri Ppara warga, Ddayang Sumnbi menepuik bahunya.
“Mas , makan sudah siap dan suda dihidangkan, ayo mas kita pulang dan makan bersama-sama” ajak Dayang Sumbi.
“Baiklah, ayo.” Jawab Ttumang yang masih geram dengan apa yang barusan ia dengar.
Saat di meja makan berdsama istri dan anaknya, Tumang sedang makan sambil berfikir fdan memandangi anaknya.
“Jika Sangkuriang telah dewasa nanti, seluruh kekayaan pasti akan jatuh kepadanya. Apalagi ia sangat dikagumi warga. Ini tidak bisa dibiarkan!” gumamnya dalam hati sampai tak sengaja ia menggertakkan sendoknya ke piring yang ada dimejsa makan .
Seketika semua kaget dabn hening sejenak melihat Tumang yang bersikap aneh.
“Mas, ada apa? Apakah ada masalah?” tanya sang ratu yang nampak cemas.
“Ti..ti..ddak, tidak ada a[pa-apa. Mungkin aku sedikit lelah.” Kremudian Tumang pergi berlalu saja tanpa menghabiskan makanannyaa.
Dayang Ssumbi sangat kebingungan dengan tingkah suaminya. Dia tetap berada di meja makan bersama Sangkuriang.
Keesokan harinya, Tumang berniat untuk membuang Sangkuriang di tengah hutan. Namun, niatnya itu diketahui oleh Dayang Sumbi.
“Mas, kenapa kau tega melakukan ini semua? Apa salah anak kita hingga kau berani melakukan hal keji ini?” tanya Dayang Sumbi seraya menggendong Sangkuriang yang sedang menangis.
“Apa kau ingin tahu apa alasan aku bertindak seperti ini? Alasannya adalah anak itu. Sangjkuriang. Aku tidak ingin nantinya menguasai kekayaan dan kekuasaan kerajaan ini. Hanya aku yang berhak berkuasa selamanya.” Tegas Tumang dengan membawa kemarahannya.
“Kau sudah gila mas. Jadi selama ini kau menikahiku hanya ingin harta kekayaan dan kekuasaan kerajaan ini saja mas? Apa kau tidak mencintaiku?” Dayang Sumbi terisak menangis atas perbuatan suaminya.
“Cinta kau bilang? Tidak ada cinta bagiku. Yang aku inginkan hanya kekuasaan. Ha..ha..ha..”
“Kau benar-benar sudah gila mas. Prajurit.. bawa dia pergi sejauh-jauhnya kalau perlu buang saja ke dasar jurang hingga nyawanya tak terselamatkan.” Perintah Dayang Sumbi.
“Baik Ratu!” sergap prajurit menyeret Tumang yang memberontak.
15 tahun kemudian, kerajaan semakin tentram dan damai. Kejayaan kerajaan pun mulai terlihat sejak kerajaan dipimpin oleh Raja Sangkuriang. Dia telah dilantik oleh ibunya Dayang Sumbi sebagai Raja.
Sangkuriang memilliki ilmu yang sangat sakti. Dia sangat tampan dan juga gagah. Saat ini dia meneruskan kapal yang dulu ayahnya buat dan sekarang kapalnya hampir selesai dibangun.
Seiring berjalannya waktu, tiba-tiba muncul seseorang yang sangat tidak asik bagi kerajaan. Dia adalah Tumang sayah dari Sangkuriang. Rupanya sangat jauh berbeda. Dia nampak lebih kekar dan mempunyai kesaktian ilmu yang luar biasa.
Mendengar hal itu, Ratu meminta membawanya pergi secepatnya.
“Sangkuriang, ayo sebaiknya kita cepat pergi dari sini sebelum Ttumang ayahmu itu mengamuk dan menghancurkan kerajaan ini.”
“Baik bunda, akan ku siapkan segala halnya.”
Kemudian Dayang Sumbi dan Sangkuriang yang dijaga ketat oleh Pprajuritnya mereka menuju ke arah pelabuhan yang terdapat kapal besar yang teruskan oleh Sabngkuriang d.
Saat sampaui di pelabuhan, ternyata Tumang lebih dulu berada di atas kapal. Dia siap menghadang mereka yang hendak melarikan diri dari kejarannya.
“Mau kemana kalian? Ha..ha..ha.. jika kalian ingin pergi, langkahi dulu mayatku.” Teriaknya di atas kapal.
“Ternyata kau masih hidup Tumang, tolong menyingkirlah dari kami!” jawab Dayang Sumbi
“Hai istriku, nampaknya kau masih terlihat cantik ya. Hai jagoanku, bagaimana rasanya telah menguasai kerajaan? Nikmat bukan? Namun kau tidak akan selamanya menguasai kerajaan. Karena aku yang akan menguasai kerajaan selama-lamanya!!” ungkapnya dengan rasa bangga.
“hai kau, ayah macam apa kau ini?! Kau adalah manusia yang sangat bejat. Dulu kau hampir membuangku padahal aku adalah darah dagingmu sendiri. Demi kekuasaan kau tega melakukannya! Kemari kau, akan ku kirim kau ke neraka!!”
Kemudian mereka berkelahi hebat dengan adu kekuatan ilmu kesaktiannya. Namun ternyata, kesaktian Tumang tidak lebih hebat dibanding anaknya Sangkuriang. Sangkuriang mengarah ke arah kapal besar dan berniat mengumpulkan seluruh tenanganya untuk melemparjkan kapal tersebut ke arah Tumang yang sedang sekarat.
Dayang Sumbi membayangkan masa lalunya bersama Tumang. kenangan itu membuatnya berlari dan berusaha melindungi Tumang dari serangan Sangkuriang. Tapi apaa daya, Sangkuriang telah melemparkan kapal itu ke arah mereka. Mereka telah terkubur oleh kapal yang tertelungkup yang dilemparkan Sangkuriang. Sangkuriang tidak menyangka ibunda tercintanya ikut terkubur bersama ayahnya yang dia benci. Dia sangat menyesali apa yang telah dia perbuat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar