Selasa, 14 Juni 2016

Cinta Kasih Antikekerasan



Cinta Kasih Antikekerasan
Oleh : Nazwa Azzura
Perang-perang antar negara saat ini masih sering terjadi dan umumnya pada negara-negara yang bertetangga. Seperi halnya negara Israel dan Palestina masih saja berperang sejak abad ke 20 sampai hari ini. Kedua negara itu berperang karena perselisihan tepi barat jalur Gaza dan Yerussalem Timur.
India dan Palestina juga mengalami hal yang sama. Kedua negara tersebut berperang sejak tahun 1947 sampai 1948. Perang ini karena memperebutkan wilayah Kashmir.
Ada juga perang antara Irak dan Iran. Perang itu bermula sejak tahun 1980 sampai 1988. Salah satu penyebabnya adalah perselisihan jalur air Syath al-Arab.
Kekerasan identik dalam peperangan. Seperti pada masa pergantian milenium, dunia menghadapi perlombaan senjata nuklir yang makin meluas dan kematian mengerikan di kawasan Balkan dan Afrika (Easwaran, 2013 : xi).
Dengan demikian, di beberapa negara yang pernah mengalami peperangan, sudah ada kelompok-kelompok pejuang antikekerasan yang pernah dilakukan Mahatma Gandhi dalam Mars Garam (Salt March) di India pada 1930.
Badshas Khan menawarkan jalan menuju perdamaian. Sebagai seorang Muslim yang shaleh, ia menunjukkan dalam kehidupannya sendiri wajah Islam yang sangat jarang dilihat oleh negara-negara non-islam. Ia membuktikan bahwa dalam ajaran Islam terdapat alternatif terhormat lainnya selain kekerasan (Easwaran, 2013 : xix). Seluruh umat Muslim sebagai antikekerasan yang bisa disebut “Pelayan Tuhan”, memiliki prinsip-prinsip Islam purba tentang persaudaraan universal, ketaqwaan dan melindungi seluruh ciptaan-Nya.
Badshah Khan juga mengatakan bahwa Islam adalah amal, yakeen, muhabat (Easwaran, 2013 : xix). Islam yang memiliki ajaran saling membantu atau menolong tanpa pamrih dan memiliki cinta kasih.
Saat Muslim tidak hadir, Abdul Ghaffar Khan telat menyulitkan Inggris dan mengejutkan rakyat India dengan pembentukkan pasukan seratus ribu prajurit antikekerasan yang berasal dari salah satu bangsa yang paling kental kekerasan di dunia, kaum Pathan (Easwaran, 2013 : 2). Abdul Ghaffar Khan atau biasa disebut Badshah Khan sangatlah memiliki keyakinan tinggi terhadap Tuhannya
Badshah Khan adalah seorang Muslim yang taat dan telah menentang pembagian India untuk membentuk negara Islam yang terpisah. Jika saja Badshah Khan banyak dikenal, dunia akan mengetahui bahwa nilai-nilai religius tertinggi Islam sangatlah sesuai dengan prinsip-prinsip antikekerasan yang memiliki kekuatan untuk menyelesaikan konflik-konflik meskipun berhadapan dengan kesukaran yang besar (Easwaran, 2013 : xx).
Jika saja semua umat Islam bahkan seluruh dunia itu bisa menegakkan tindakan antikekerasan.  Pasti dunia akan bisa bertahan hidup karena sekarang ini dunia lebih membutuhkan pesan cinta kasih. Tindakan antikekerasan adalah hakikat diri sebagai jiwa beragama Islam yang sejati.
Referensi : NONVIOLENT SOLDIER OF ISLAM. Biografi Badshah Khan. Karya Eknath Easwaran
#KnightWriter
#WriteForIndonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar