Cinta Kasih Antikekerasan
Oleh : Nazwa Azzura
Perang-perang antar negara saat ini masih
sering terjadi dan umumnya pada negara-negara yang bertetangga. Seperi halnya
negara Israel dan Palestina masih saja berperang sejak abad ke 20 sampai hari
ini. Kedua negara itu berperang karena perselisihan tepi barat jalur Gaza dan
Yerussalem Timur.
India dan Palestina juga mengalami hal
yang sama. Kedua negara tersebut berperang sejak tahun 1947 sampai 1948. Perang
ini karena memperebutkan wilayah Kashmir.
Ada juga perang antara Irak dan Iran.
Perang itu bermula sejak tahun 1980 sampai 1988. Salah satu penyebabnya adalah
perselisihan jalur air Syath al-Arab.
Kekerasan identik dalam peperangan.
Seperti pada masa pergantian milenium, dunia menghadapi perlombaan senjata
nuklir yang makin meluas dan kematian mengerikan di kawasan Balkan dan Afrika
(Easwaran, 2013 : xi).
Dengan demikian, di beberapa negara yang
pernah mengalami peperangan, sudah ada kelompok-kelompok pejuang antikekerasan
yang pernah dilakukan Mahatma Gandhi dalam Mars Garam (Salt March) di India
pada 1930.
Badshas Khan menawarkan jalan menuju
perdamaian. Sebagai seorang Muslim yang shaleh, ia menunjukkan dalam
kehidupannya sendiri wajah Islam yang sangat jarang dilihat oleh negara-negara
non-islam. Ia membuktikan bahwa dalam ajaran Islam terdapat alternatif
terhormat lainnya selain kekerasan (Easwaran, 2013 : xix). Seluruh umat Muslim
sebagai antikekerasan yang bisa disebut “Pelayan Tuhan”, memiliki
prinsip-prinsip Islam purba tentang persaudaraan universal, ketaqwaan dan
melindungi seluruh ciptaan-Nya.
Badshah Khan juga mengatakan bahwa Islam
adalah amal, yakeen, muhabat (Easwaran, 2013 : xix). Islam yang memiliki ajaran
saling membantu atau menolong tanpa pamrih dan memiliki cinta kasih.
Saat Muslim tidak hadir, Abdul Ghaffar
Khan telat menyulitkan Inggris dan mengejutkan rakyat India dengan pembentukkan
pasukan seratus ribu prajurit antikekerasan yang berasal dari salah satu bangsa
yang paling kental kekerasan di dunia, kaum Pathan (Easwaran, 2013 : 2). Abdul
Ghaffar Khan atau biasa disebut Badshah Khan sangatlah memiliki keyakinan
tinggi terhadap Tuhannya
Badshah Khan adalah seorang Muslim yang
taat dan telah menentang pembagian India untuk membentuk negara Islam yang
terpisah. Jika saja Badshah Khan banyak dikenal, dunia akan mengetahui bahwa
nilai-nilai religius tertinggi Islam sangatlah sesuai dengan prinsip-prinsip
antikekerasan yang memiliki kekuatan untuk menyelesaikan konflik-konflik
meskipun berhadapan dengan kesukaran yang besar (Easwaran, 2013 : xx).
Jika saja semua umat Islam bahkan seluruh
dunia itu bisa menegakkan tindakan antikekerasan. Pasti dunia akan bisa bertahan hidup karena
sekarang ini dunia lebih membutuhkan pesan cinta kasih. Tindakan antikekerasan adalah
hakikat diri sebagai jiwa beragama Islam yang sejati.
Referensi : NONVIOLENT SOLDIER OF ISLAM.
Biografi Badshah Khan. Karya Eknath Easwaran
#KnightWriter
#WriteForIndonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar