Selasa, 14 Juni 2016

Hangatnya Keluargaku

Hangatnya Keluargaku
#My Priceless Family Challenge
Hangatnya Keluargaku
Oleh : Nazwa Azzura
Keluarga.. Dari Sebuah keluarga aku berasal. Keluargaku memiliki seorang pemimpin atau seorang kepala dari sebuah keluarga sederhana ini. Seorang laki-laki tangguh dan gagah, dialah seorang ayah yang bernama Budi Lukman.
Seperti yang kalian tahu, nama Budi tidak asing bagi kalian bukan? Nama ini selalu menjadi contoh oleh seorang guru untuk mengajari murid-muridnya membaca. Namun nama ayahku ini bukan nama sebenarnya dulu saat lahir.
Ada sebuah cerita singkat asal-usul bagaimana nama ayahku bisa diganti dengan nama Budi. Dulu nama ayahku adalah Robi, dia sangatlah nakal dan hampir saja hanyut ketika main disungai yang deras ketika itu. Akhirnya nenek mengganti nama ayahku dengan nama Budi. Katanya sihb agar ayahku memiliki budi pekerti yang baik, tidak seperti saat ayahku bernama Robi.
Apakah sebuah nama mempengaruhi kepribadian kita? Wallahua’lam, mungkin karena terdapat sebuah do’a yang terdapat dalam sebuah nama. Okay kita lanjut..
Ayahku seorang lelaki yang tampan dan ekhem.. bisa dibilang ayahku itu awet muda loh. Hehe karena pernah mengunjungi pertemuan alumni smp ayahku. Ku lihat semua teman-temannya nampak sudah banyak yang beruban tidak seperti ayahku yang masih berambut hitam lebat.
Pernah suatu saat itu juga ada yang mengira aku ini istrinya ayah. Itu karena muka ayah yang awet muda atau muka ku yang terlalu tua ya?? Eitss,, tentu saja muka ayah yang awet muda karena saat itu aku masih duduk di bangku sma kelas 1. Mukaku juga masih imut-imut jadi bukan karena mukaku yang terlalu tua. Okay *maksa banget hehe.
Iyah karena memang ayahku berwajah imut memiliki mata yang sipit. Perawakannya yang sedang sedang saja tidak terlalu kurus dan tidak terlalu tinggi. Namun anehnya dengan postur yang tidak tinggi layaknya TNI, kadang saat ayah memakai celana bermotif seperti pakaian TNI memang dianggap pantas jika sebagai TNI. Entahlah apa benar dilihat hanya dari motif celananya saja?
Nah sedangkan pendamping hidup dan yang bersama-sama berjuang dengan ayah adalah seorang Ibu. Ibu adalah seorang wanita bagaikan malaikat tanpa sayap. Beliau selalu mengerti apa yang kita butuhkan.
Cerrewet, bawel Hhuh.. itulah seorang ibu. Bisa jadi teman, sahabat, kakak, tapi tidak bisa jadi adik yah. Hehehe. Beliau bernama Dewi Srimulyati. Ibu itu orangnya mudah sekali tertawa itupun juga menurun kepadaku yang tidak bisa menahan tawa.
Pernah loh suatu ketika ibu dan ayah bersekongjkol menjailiku. Mereka mengatakan bahwa aku bukan anak kandung mereka. Saat aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar, mudahnya mereka membohongiku. Kemudian aku bertanya kepada mereka.
“loh itu tidak benar kan? Mana buktinya kalau aku bukan anak kalian? Di akte kelahiranku saja terdapat nama kalian dan tertulis bahwa aku itu anak kandung kalian” rengekku meminta kepastian.
“itu mah kami rekayasa put, iya kan yah?” jawab ibu cengenges sambil nengok ayah.
Di siytu aku langsung menangis, namun mereka tertawa terbahak-bahak dan menjelaskan bahwa mereka baru saja menjahiliku. Dan akhirnya kami tertawa terbahak-bahak bersama. Uuhhh indahnya kebahagiaan keluarga ini ~.
Kemudian aku punya seorang adik laki-laki nih bernama Bayu Ikhwan Ramadhan. Dia lelaki yang tampan walaupun masih kecil sih. Tapi udah keliatan kok tampannya. Hhehe nama Bayu sendiri artinya angin. Memang ya nama itu bagaikan do’a juga. Dan adikku memang sepeerti angin, susah sekali ditangkap saat dikejar untuk mandi dan saat dia melakukan kesalahan yang tentunya akan dihukum.
Dengan kenakalannya, namun dia sendiri mempunyai keahlian loh di bagian elektro dan teknik-teknik gitu. Pernah tuh benerin seperda, radio yang udah lama belum dibenerin karena gak sempet. Mungkin sudah kebiasaannya melihat ayah saat utak-atik mesin-mesin gitu. Good job memang adikku yang tampan ini.
Sering aku bertengkar dengannya, sampai ujung-ujungnya kalah bareng, nangis bareng satu kamar, dan tau-tau ketawa bareng. Aiihh rindu dengan masa-masa itu. Namun sekarang sudah berbeda zamannya, adikku pesantren dan selalu menasehatiku terutama masalah menutup aurat. Thank you so much my brother.
Nah saat ini aku punya adik lagi tapi berbeda jenis kelamin dengan Bayu. Yaps dia seorang perempuan yang masih berumur 4 tahun. Kebayang kan masih imut-imutnya, bagaimana tingkah lucunya. Dia bernama Shafira Nazwa Nurjihan, namun biasa dipanggil Jihan.
Dek jihan ini super banget deh cengengnya, namun kalau ketawa itu mah ngakaknya kaya anak laki-laki. Gigi depannya yang ompong memperindah uniknya dia ketika tertawa. Cara bicaranya yang unik karena masih belum lancar, sehingga banyak dari kami yang tidak tahu saat dia berbicara apa. Namun kejadian seperti itu membuatnya nangis dan kesal sendiri. Aku dan ibu biasanya hanya tertawa melihat perilakunya yang unik itu.
Dia anak kecil yang paling sigap menurutku dibanding dengan aku dan Bayu. Dia juga tidak pemalu seperti kami. Suka sekali menyanyi dan anehnya hafal seluruh lagu yang di kaset dan menyanyikannya dengan urut.
“Wuuhh pandainya kau dek Jihan.” Salutku.
Dan yang terakhir adalah aku. Namaku Putri Anisyah Amatullah, aku sudah termasuk disetiap cerita mereka. Mereka adalah keluarga yang membuatku kuat, yang sudah menjadikan diriku seperti ini luar biasanya. Memang benar, keluarga adalah harta yang tak ternilai harganya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar