Hangatnya Keluargaku
#My Priceless Family Challenge
Hangatnya Keluargaku
Oleh : Nazwa Azzura
Keluarga..
Dari Sebuah keluarga aku berasal. Keluargaku memiliki seorang pemimpin
atau seorang kepala dari sebuah keluarga sederhana ini. Seorang
laki-laki tangguh dan gagah, dialah seorang ayah yang bernama Budi
Lukman.
Seperti yang kalian tahu,
nama Budi tidak asing bagi kalian bukan? Nama ini selalu menjadi contoh
oleh seorang guru untuk mengajari murid-muridnya membaca. Namun nama
ayahku ini bukan nama sebenarnya dulu saat lahir.
Ada
sebuah cerita singkat asal-usul bagaimana nama ayahku bisa diganti
dengan nama Budi. Dulu nama ayahku adalah Robi, dia sangatlah nakal dan
hampir saja hanyut ketika main disungai yang deras ketika itu. Akhirnya
nenek mengganti nama ayahku dengan nama Budi. Katanya sihb agar ayahku
memiliki budi pekerti yang baik, tidak seperti saat ayahku bernama Robi.
Apakah
sebuah nama mempengaruhi kepribadian kita? Wallahua’lam, mungkin karena
terdapat sebuah do’a yang terdapat dalam sebuah nama. Okay kita
lanjut..
Ayahku seorang lelaki yang
tampan dan ekhem.. bisa dibilang ayahku itu awet muda loh. Hehe karena
pernah mengunjungi pertemuan alumni smp ayahku. Ku lihat semua
teman-temannya nampak sudah banyak yang beruban tidak seperti ayahku
yang masih berambut hitam lebat.
Pernah
suatu saat itu juga ada yang mengira aku ini istrinya ayah. Itu karena
muka ayah yang awet muda atau muka ku yang terlalu tua ya?? Eitss,,
tentu saja muka ayah yang awet muda karena saat itu aku masih duduk di
bangku sma kelas 1. Mukaku juga masih imut-imut jadi bukan karena mukaku
yang terlalu tua. Okay *maksa banget hehe.
Iyah
karena memang ayahku berwajah imut memiliki mata yang sipit.
Perawakannya yang sedang sedang saja tidak terlalu kurus dan tidak
terlalu tinggi. Namun anehnya dengan postur yang tidak tinggi layaknya
TNI, kadang saat ayah memakai celana bermotif seperti pakaian TNI memang
dianggap pantas jika sebagai TNI. Entahlah apa benar dilihat hanya dari
motif celananya saja?
Nah sedangkan
pendamping hidup dan yang bersama-sama berjuang dengan ayah adalah
seorang Ibu. Ibu adalah seorang wanita bagaikan malaikat tanpa sayap.
Beliau selalu mengerti apa yang kita butuhkan.
Cerrewet,
bawel Hhuh.. itulah seorang ibu. Bisa jadi teman, sahabat, kakak, tapi
tidak bisa jadi adik yah. Hehehe. Beliau bernama Dewi Srimulyati. Ibu
itu orangnya mudah sekali tertawa itupun juga menurun kepadaku yang
tidak bisa menahan tawa.
Pernah loh
suatu ketika ibu dan ayah bersekongjkol menjailiku. Mereka mengatakan
bahwa aku bukan anak kandung mereka. Saat aku masih duduk di bangku
Sekolah Dasar, mudahnya mereka membohongiku. Kemudian aku bertanya
kepada mereka.
“loh itu tidak benar
kan? Mana buktinya kalau aku bukan anak kalian? Di akte kelahiranku saja
terdapat nama kalian dan tertulis bahwa aku itu anak kandung kalian”
rengekku meminta kepastian.
“itu mah kami rekayasa put, iya kan yah?” jawab ibu cengenges sambil nengok ayah.
Di
siytu aku langsung menangis, namun mereka tertawa terbahak-bahak dan
menjelaskan bahwa mereka baru saja menjahiliku. Dan akhirnya kami
tertawa terbahak-bahak bersama. Uuhhh indahnya kebahagiaan keluarga ini
~.
Kemudian aku punya seorang adik
laki-laki nih bernama Bayu Ikhwan Ramadhan. Dia lelaki yang tampan
walaupun masih kecil sih. Tapi udah keliatan kok tampannya. Hhehe nama
Bayu sendiri artinya angin. Memang ya nama itu bagaikan do’a juga. Dan
adikku memang sepeerti angin, susah sekali ditangkap saat dikejar untuk
mandi dan saat dia melakukan kesalahan yang tentunya akan dihukum.
Dengan
kenakalannya, namun dia sendiri mempunyai keahlian loh di bagian
elektro dan teknik-teknik gitu. Pernah tuh benerin seperda, radio yang
udah lama belum dibenerin karena gak sempet. Mungkin sudah kebiasaannya
melihat ayah saat utak-atik mesin-mesin gitu. Good job memang adikku
yang tampan ini.
Sering aku
bertengkar dengannya, sampai ujung-ujungnya kalah bareng, nangis bareng
satu kamar, dan tau-tau ketawa bareng. Aiihh rindu dengan masa-masa itu.
Namun sekarang sudah berbeda zamannya, adikku pesantren dan selalu
menasehatiku terutama masalah menutup aurat. Thank you so much my
brother.
Nah saat ini aku punya
adik lagi tapi berbeda jenis kelamin dengan Bayu. Yaps dia seorang
perempuan yang masih berumur 4 tahun. Kebayang kan masih imut-imutnya,
bagaimana tingkah lucunya. Dia bernama Shafira Nazwa Nurjihan, namun
biasa dipanggil Jihan.
Dek jihan
ini super banget deh cengengnya, namun kalau ketawa itu mah ngakaknya
kaya anak laki-laki. Gigi depannya yang ompong memperindah uniknya dia
ketika tertawa. Cara bicaranya yang unik karena masih belum lancar,
sehingga banyak dari kami yang tidak tahu saat dia berbicara apa. Namun
kejadian seperti itu membuatnya nangis dan kesal sendiri. Aku dan ibu
biasanya hanya tertawa melihat perilakunya yang unik itu.
Dia
anak kecil yang paling sigap menurutku dibanding dengan aku dan Bayu.
Dia juga tidak pemalu seperti kami. Suka sekali menyanyi dan anehnya
hafal seluruh lagu yang di kaset dan menyanyikannya dengan urut.
“Wuuhh pandainya kau dek Jihan.” Salutku.
Dan
yang terakhir adalah aku. Namaku Putri Anisyah Amatullah, aku sudah
termasuk disetiap cerita mereka. Mereka adalah keluarga yang membuatku
kuat, yang sudah menjadikan diriku seperti ini luar biasanya. Memang
benar, keluarga adalah harta yang tak ternilai harganya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar